Nadiem Dapat Tambahan 5 Staf Ahli Untuk Perpres Kemendikbudristek

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akan mendapatkan tambahan lima orang staf ahli, dari yang sebelumnya hanya satu.

Penambahan staf ahli itu usai Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 tentang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Lima orang staf ahli itu diatur dalam pasal 6 poin j-n dalam Perpres tersebut. Mereka di antaranya yakni Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Staf Ahli Bidang Inovasi, Staf Ahli Bidang Regulasi, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, dan Staf Ahli Bidang Warisan Budaya.

Pada aturan sebelumnya atau Perpres 82 tahun 2019 tentang Kemendikbud, Mendikbud hanya memiliki satu staf ahli yakni Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada Pasal 34 Perpres 62 Tahun 2021 disebutkan bahwa Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri dan secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal Slot Online.

Sementara pada Pasal 35, mengatur soal tugas tiap-tiap staf ahli untuk memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri di bidangnya masing-masing.

Tak hanya itu, Perpres 62 Tahun 2021 juga menambah dia badan baru di bawah Kemendikbud.Mereka di antaranya Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kedua badan baru tersebut akan dipimpin oleh seorang Kepala Badan.

Pasal 29 mengatur mengenai tugas Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yakni menyelenggarakan penyusunan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan.

Sementara itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mempunyai tugas untuk melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan di bidang bahasa dan sastra.

Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 tentang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Salah satu poin baru dalam aturan itu termasuk mengatur ulang syarat dan tanggung jawab wakil menteri.

Posisi Wamendikbudristek itu diatur dalam pasal 2 dalam Perpres tersebut. Pasal itu menyebut wakil menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden untuk membantu kerja menteri di Kemendikbudristek.

“Dalam memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri dapat dibantu oleh Wakil Menteri sesuai dengan penunjukan Presiden,” bunyi pasal 2 ayat (1) Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang diunggah situs resmi Setneg.

Pasal 2 ayat (2) Perpres itu menyebut posisi Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Wakil menteri pun berada di bawah dan bertanggung jawab terhadap menteri.

Ayat (5) pasal Perpres mengatur soal tugas dan ruang lingkup wakil menteri. Ruang lingkup bidang tugas Wamendikbudristek di antaranya:

a. Membantu Menteri dalam perumusan dan atau pelaksanaan kebijakan Kementerian

b. Membantu Menteri dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit organisasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya atau eselon I di lingkungan Kementerian.

Sebelumnya, Kemendikbudristek hanya dipimpin oleh seorang menteri. Jabatan Mendikbudristek saat ini diduduki oleh Nadiem Makarim.

Perpres ini dibuat seiring ditetapkannya pengubahan Kementerian serta pengangkatan beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Seperti, diketahui, sebelum disandingkan dengan Riset dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai kementerian tersendiri.

Jokowi resmi menetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai bagian dari 34 Kementerian Negara.

Ketetapan itu tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara. Perpres 32/2021 diteken pada 28 April 2021.